Hidayah Untuk Memakai Kerudung

Aku masuk SMP pada pertengahan tahun 2004. Alhamdulillah, aku dapat bersekolah di SMP Negeri 2 Tangerang, sekolah yang cukup diminati oleh banyak siswa di sini.

Banyak cerita yang singgah di hidupku saat aku masih SMP. Semuanya masih tersimpan rapi di hatiku dan selalu teringat di otakku :). Ada satu cerita yang sebenarnya sangat biasa, namun luar biasa efeknya bagi hidupku. Ini adalah tentang guru bahasa Inggrisku, namanya Adien Alvian, aku dan teman-temanku tidak memanggilnya Mister melainkan hanya dengan panggilan Pak. Beliau adalah soso
k guru yang bisa dikatakan mudah bergaul dengan siapa saja, terutama dengan murid-muridnya, termasuk aku. Begitupun dengan guru-guru lain di sekolah.

Pak Adien mulai mengajar di sekolahku saat aku kelas VII semester II. Awal mengenalnya, aku sudah dapat menyukainya. Beliau masih terbilang muda, mungkin itu juga salah satu faktor yang membuatnya mudah bergaul dengan siapa saja.

Aku sangat senang belajar bahasa Inggris pada Pak Adien, kebetulan aku pun mema
ng cukup menyukai pelajaran ini. Karena itu, aku dengannya dapat cukup dekat. Apalagi setelah nilai-nilaiku selalu baik dan semakin baik, beliau jadi semakin senang padaku.

Pada suatu ketika hatiku resah akan sesuatu. Entah kenapa, ada perasaan ingin sekali rasanya aku memakai kerudung dalam berpakaian sehari-hariku. Padahal sebelumnya aku tidak betah lama-lama memakai kerudung. Setiap hari jumat saja, yang diwajibkan untuk memakai kerudung ke sekolah, aku selalu mencuri-curi waktu untuk dapat melepasnya sesaat. Apalagi jika sudah bel pulang, aku langsung segera melepas kerudung yang menutup kepalaku itu.

Tapi perasaanku, tanpa
kusadari semakin kuat. Sampai aku mencoba mengatakannya pada tanteku, dan tanteku menyambut baik niatku yang kurasa masih cukup ragu. Yah, waktu itu jadi banyak sekali yang aku pikirkan dan membuatku ragu. Aku takut orang-orang mengejekku sok alim atau sok baik atau apalah, rasanya aku tak siap dengan semua itu. Aku juga tidak banyak mempunyai baju berlengan panjang. Tapi tetap saja aku ingin sekali memakai kerudung.

Lalu beberapa hari kemudian, di hari senin pada tahun 2005 yang aku lupa tanggal berapa, ada sesuatu yang memaksaku untuk memakai kerudung ke sekolah, padahal biasanya tidak. Siang itu, aku sedang bersiap-siap pergi sekolah, namun rok biruku belum disetrika. Terpaksa aku harus menyetrikanya dulu. Tapi saat aku mulai menyetrikanya, rokku langsung menempel di setrikaan, alhasil rok itu seketika jadi bolong :# . Entahlah bahan rok itu namanya apa, yang pasti mungkin setrikaannya sangat panas sekali. Aku jadi bingung harus gimana, rok biru yang satu lagi pun tidak bisa aku pakai karena masih basah dan menggantung di tambang jemuran. Aghh, aku jadi enggan sekali berangkat sekolah, tapi yah tetap harus sekolah. Lama berpikir dicampur kesal dan malas, aku pun memutuskan untuk memakai seragam panjang dan kerudung ke sekolah. Mau tak mau hanya itu yang bisa aku lakukan agar aku dapat tetap sekolah.

Ketika baru masuk gerbang sekolah, rasanya jadi aneh karena hari senin yang biasanya aku berseragam pendek, saat itu malah berseragam panjang dan berkerudung. Tapi aku tetap PD dan bersikap seperti biasanya. Namun aku heran, karena hari itu cowok-cowok yang biasanya mengejekku dan mengajakku ribut malah diam saja memperhatikanku. Jadi malu! :d Mungkin mereka berpikir, si Ria ketua kelas VII F yang bandel itu sekarang sudah tobat, hehe. Jadi keributan yang pernah aku buat mungkin tidak akan terulang lagi. Dan tetap saja aku PD. Semangat!

Sampai di depan kelas, teman-temanku pun jadi aneh, mereka tertawa-tawa melihat penampilanku. Berkali-kali aku ditanya, “Lu tobat ya? Tumben banget pake kerudung?” Dan dengan santainya aku menceritakan kejadian menyebalkan yang membuatku harus berseragam panjang dan berkerudung hari itu.

Aku benar-benar merasa tak masalah dengan keheranan teman-temanku, aku biasa saja seperti biasanya. Tidak ada yang membuatku risih, walau aku jadi capek karena harus terus-terusan bercerita alasanku memakai kerudung pada setiap teman-temanku yang bertanya.

Hari senin itu kebetulan ada jam pelajaran pak Adien. Yah tetap biasa saja. Aku mengikuti pelajaran pak Adien dengan baik.

Saat jam pelajarannya hampir selesai, pak Adien memintaku untuk menghapus papan tulis. Aku pun menurutinya. Ketika aku sedang menghapus papan tulis itu, kakiku terbelit sesuatu yang membuatku hampir saja terjatuh, untung aku sehebat Jackie Chan dan Jet Li yang bisa menyeimbangkan tubuhku – yang dulu sedikit lebih berisi daripada sekarang – agar tidak jadi jatuh, :D. Pak Adien pun hanya tersenyum melihat tingkahku. Lalu bergegas jalan ke luar kelas sambil berkata sesuatu padaku, katanya, “Ria, pakai kerudungnya yang lama-an yah!”

Mataku berbinar-binar melihat senyum dan mendengar kata-kata tulusnya, hatiku pun seakan bergetar. Hebat!!! Pak guruku itu mampu membuatku yakin untuk memakai kerudung setiap hari dalam waktu sekejap. Subhanallah... :L

Saat itu aku jadi tak ragu lagi. Aku ikhlas menutup rambutku yang belum lama baru direbonding itu dengan kerudung. Niatku sudah bulat. Memang seharusnya seorang gadis yang sudah menstruasi menutup auratnya. Insya Allah, aku akan melakukannya. Bukan karena aku merasa sudah sangat baik dan alim, tapi karena aku yakin akan perintah Allah tentang kewajiban menutup aurat. :)

Keesokan harinya dan seterusnya, aku selalu memakai kerudung kemanapun aku pergi. Alhamdulillah, aku jadi mampu berusaha tidak terlalu nakal lagi dan selalu shalat lima waktu setiap hari. Sungguh hidayah dari Allah!

Aku sangat berterima kasih pada guruku itu. Pak Adien mungkin tak menyadari betapa berharganya kata-kata beliau waktu itu bagiku. Mudah-mudahan beliau membaca cerita ini. Terima kasih, Pak!!!

Hari-hari yang kulalui setelah kejadian itu semakin sulit. Aku jadi selalu dicela oleh cowok-cowok yang dulu sering ribut denganku. Namun aku mampu ikhlas dan sabar menghadapinya. Sampai akhirnya dia malah suka padaku, hehe.

Alhamdulillah...

Sungguh sesuatu yang menurut orang lain sangat biasa dan sederhana, namun Allah membuatnya sangat luar biasa bagiku. Terima kasih Ya Allah! :)

2 comments:

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Know us

Our Team

Contact us

Name

Email *

Message *