Memaknai Kehilangan

e>

Kehilangan adalah suatu keadaan ketika suatu hal, barang, atau bahkan seseorang pergi meninggalkan kita, sehingga kita tidak dapat lagi melihatnya, menyentuhnya, dekat dengannya dan memainkannya. Sebuah keadaan yang berubah dari keadaan sebelumnya yang seperti biasanya. Hal ini tentu membuat kita sedih, sakit, perih dan tidak jarang kita menjadi marah atau menyalahkan orang lain. Perilaku tersebut sungguh sangat manusiawi dan pasti semua orang pernah atau bahkan sering mengalami dan merasakannya. :)

“Hidup adalah rangkaian pengalaman tentang kehilangan,” demikian kata-kata seorang motivator bernama Eloy Zalukhu dalam sebuah artikelnya.

Ya, kehilangan merupakan hal yang pasti akan selalu terjadi dalam perjalanan hidup kita setiap waktu, karena hidup ini hanya sementara, tidak kekal. Bagitu pula dengan segala perlengkapan dan perhiasannya, pasti akan hilang seiring hilangnya waktu, sampai akhirnya kita kehilangan jiwa. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita belajar dengan baik dari setiap kehilangan-kehilangan yang pernah atau sedang kita alami, sehingga kita dapat memahami segala arti serta hikmah yang ada di belakang kehilangan, yang bukannya tidak mungkin suatu saat nanti kita akan mengalami yang lebih perih dan menyakitkan hati kita.



Mungkin masih terngiang dalam ingatan kita, sewaktu kanak-kanak ketika sebuah mainan yang biasa kita mainkan setiap hari tiba-tiba hilang atau sekedar rusak, pasti kita akan merasa sedih, marah dan akhirnya menangis. Itu adalah sebuah contoh kecil dan sederhana yang sering terjadi.

Lalu, ketika kita ditinggalkan atau dimusuhi teman-teman, tentu kita pun merasa sedih, karena suasana yang kita alami setelah itu pasti akan berubah. Namun, tidak kah kita berpikir sebab-sebab yang melatar belakangi kejadian semacam itu? Mungkin saja ada hal-hal yang telah kita lakukan sehingga mereka merasa tersinggung, lalu meninggalkan kita. :t

Itulah sebabnya kita harus belajar dari setiap kehilangan yang kita alami. Dan di sinilah pentingnya intropeksi diri, menyadari kesalahan yang kita lakukan dan tidak menyalahkan orang lain. Karena mungkin sebenarnya kita tidak meyadari bahwa penyebab hilangnya barang-barang kita adalah kesalahan kita sendiri yang teledor dan kurang hati-hati menjaganya. Teman yang memusuhi dan pergi meninggalkan kita adalah akibat dari kurang baiknya sikap kita kepada mereka, dan lain-lain penyebabnya.

Setelah menyadari semua itu, kita pun akan lebih terbuka untuk menerima banyaknya hikmah di belakang kehilangan tersebut. Mungkin, hilangnya mainan akan membuat kita mempunyai lebih benyak waktu untuk belajar. Perginya teman-teman akan membuat kita tidak lagi sering berkumpul-kumpul tak bermanfaat, membicarakan orang lain, dan sebagainya. Dan mungkin kita akan lebih leluasa dan punya banyak untuk mengasah diri dan berkreatifitas. Kehilangan-kehilang itu mungkin juga akan memberikan kita sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, menyadarkan kita bahwa yang dulu kita miliki itu kurang bermanfaat dan justru banyak membawa ketidak baikan.

Dengan demikian, kita pun akan lebih bijak dalam menghadapi setiap permasalahan yang terjadi dalam kehidupan kita. Sadarilah bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah titipan-Nya yang harus kita jaga, pelihara, beri perhatian dan kasih sayang. Dan ikhlaskanlah jika sewaktu-watu Dia akan mengambil semua itu kembali dari kita.

So, bangkitlah dari setiap keterpurukan yang kita alami, ubahlah semua sikap buruk yang kita lakukan dalam menghadapi kehilangan dan masalah apapun. Jangan berlarut-larut menyesali apa yang telah terjadi, karena yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaikinya dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Dan jangan lupa untuk mengingat lirik lagu the massive… “Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik…”

Ok guys, keep spirit and keep smile… ;)


No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Know us

Our Team

Contact us

Name

Email *

Message *