Jejaring Sosial Untuk Media Silaturrahmi

Lama tidak blogging. Aktivitas baruku - bekerja- menghabiskan hampir seluruh waktuku setiap harinya, sehingga blogging pun sementara kutinggalkan, meskipun kuingin. Dan artinya, menulispun tak kulakukan, meskipun aku sudah rindu ingin merangkai kata membiarkan jemariku beradu dengan keyboard atau sekedar  menggoreskan pena di diaryku tercinta. Namun apa daya, hanya ini yang dapat aku tulis, yang sebenarnya adalah ikhtiarku - yang tak penuh - untuk mengikuti sebuah lomba di internet. :D Baca aja deh tulisanku yang di bawah, daripada bingung. :D

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Facebook, Friendster, atau Kaskus? Nama-nama tersebut adalah tiga nama terpopuler dari sekian banyak jejaring sosial yang sedang digandrungi oleh para pengguna internet seantero negeri ini. Bahkan Facebook menjadi situs global teratas yang paling sering dikunjungi versi Google Doubleclick AdPlanner dengan pageview atau visits (kunjungan) hingga 630 miliar per bulan Mei 2010, mengalahkan Yahoo, Live dan Wikipedia.
Sungguh prestasi yang menakjubkan! Warga Indonesia yang masih awam dengan dunia maya, seketika disihir menjadi para pecinta Facebook yang setia update status dan online menyapa friend-friend-nya setiap hari. Tentu saja keadaan ini menimbulkan berbagai macam dampak sehingga sangat penting bagi kita untuk menyadari bagaimana agar dapat bersikap bijak saat berselancar di dunia maya, tentunya dengan mematuhi hukum dan norma-norma yang berlaku.
Namun sampai saat ini, dapat dikatakan masih banyak para pengguna jejaring sosial yg kurang memahami atau bahkan kurang peduli akan hal itu. Terbukti banyak sekali kasus-kasus yang menyangkut penyalahgunaan jejaring sosial. Sebut saja kasus Nova dan Ari – yang sangat ramai dibicarakan dan diberitakan pada awal tahun ini. Dimulai dengan perkenalan lewat facebook, keduanya berhubungan sangat dekat sampai memasang status “Married to” di akun facebooknya. Jarak yang memisahkan tidak jadi masalah. Sampai akhirnya Nova dibawa kabur oleh Ari saat mereka bertemu, bahkan keperawanan Nova pun direnggut oleh “suami” pada facebooknya tersebut. Kasus lainnya adalah pencemaran nama baik, seperti yang dilakukan oleh Nur Arafah kepada teman laki-lakinya dan Luna Maya kepada Pers – namun tanpa penyebutan nama.
Kasus-kasus yang saya sebutkan di atas hanya merupakan sebagian kecil dari kasus-kasus yang ada, belum lagi jika ditambah dengan kasus-kasus pada dunia maya secara umumnya. Dalam lingkungan “teman” di akun facebook saya pun beberapa kali saya melihat status-status atau wall-wall yang berisi kata-kata tidak sopan, menghina sesuatu, atau lainnya yang tidak pantas untuk dipublikasikan. Yang lebih mengerihkan lagi saat ada seseorang yang menggunakan data profil dan foto profil teman saya untuk sebuah akun yang dia buat – atau kasus serupa yg lebih canggih adalah dengan meng-hack akun orang lain lalu mengisi akun itu dengan status-status yang kata-katanya tidak baik sehingga mencemarkan nama baik pengguna aslinya.
Pada beberapa kasus, tindakan dilakukan dalam keadaan sadar. Inilah yang sangat bahaya, mereka melakukan hal tersebut secara sadar tetapi tidak memikirkan akibat apa yang mungkin akan mereka tanggung nantinya. Namun jika yang terjadi adalah demikian, itu berarti pelakunya harus benar-benar dihukum agar sangat jera, seperti kasus prostitusi dan mengkambinghitamkan orang lain atas masalah yang mereka buat seperti kasus yang saya sebutkan sebelumnya.
Selain kasus-kasus yang menyangkut hukum, jejaring sosial juga dapat menimbulkan dampak lainnya, seperti kecanduan terhadap jejaring sosial tersebut sehingga ketika seseorang sedang asyik online mereka jadi mengesampingkan kewajiban-kewajibannya seperti belajar, bekerja, atau tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Hal ini memang bukan merupakan tindak kriminal, namun sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Oleh sebab itu kita harus benar-benar peduli untuk berusaha bersikap bijak dalam penggunaan jejaring sosial ataupun teknologi lainnya. Me-manage waktu pun sangat penting kita perhatikan.
Dan dibalik sisi negatifnya, jejaring sosial sebenarnya sangat penting untuk kita gunakan sebagai media silaturahmi dengan sahabat-sahabat, kolega, keluarga, atau siapapun setiap waktu, bahkan jejaring sosial sangat berperan menghubungkan kita dengan orang-orang yang sebelumnya tidak kita kenal dan jaraknya berjauhan. Namun manfaat ini tidak dipertimbangkan oleh pihak-pihak yang mengecam maraknya penggunaan jejaring sosial, karena begitu banyaknya para pengguna jaring sosial tersebut yang menyalahgunakannya dibanding menggunakan dengan sebaik-baiknya. []

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Know us

Our Team

Contact us

Name

Email *

Message *