Sehatkah Air yang Kita Minum???

Kompetisi Web Kompas MuDa & AQUA
Apa yang selalu Anda bayangkan jika mendengar kata AIR? Apakah cairan? Minuman? Laut? Atau mungkin banjir?

Banyak orang dan termasuk saya lebih dominan mengingat minuman, yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau tentunya. Itulah karakteristik air ideal yang sehat untuk dikonsumsi. Kita biasa menyebutnya sebagai air bersih. Ya, memang bersih bukan? Namun, apakah di jaman sekarang ini tiga karakteristik tadi masih cukup dan bisa dijadikan standar ideal air bersih yang aman dikonsumsi? Coba pikir lagi!

Beberapa tahun lalu, itulah yang selalu diajarkan oleh guru SD saya. Selalu saya camkan dalam hati hingga kini. Namun, perubahan-perubahan yang terjadi menggelitik sebuah pertanyaan, “Masih benar-benar aman kah untuk diminum?” Versi dulu, saya dapat menjawab, “Ya, aman.” Namun saat ini? “TIDAK”.

Kenapa?

Perhatikan di sekitar kita! Perhatikan diri kita! Sampah yang dibuang sembarangan setiap hari ke sungai atau jalan-jalan air lainnya. Detergen, sabun, pasta gigi, shampo, ataupun cairan pewangi yang setiap hari kita gunakan. Tidak kah kita menyadari dampak buruk dari pemakaian secara besar-besaran semua bahan-bahan tersebut? Tidak kah kita tahu itulah yang disebut limbah rumah tangga? Semua bahan-bahan tersebut mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang mencemarkan air.

Limbah rumah tangga berperan besar atas pencemaran air. Hampir seluruh dunia menggunakan bahan pencemar air untuk keperluan sehari-hari. Banyak orang yang tidak menyadari bahaya dari bahan-bahan tersebut sehingga tidak sedikit yang menggunakannya dengan berlebihan. Ini lah yang menyebabkan kualitas air semakin lama semakin menurun. Ini lah yang terjadi.

Selain limbah rumah tangga tadi, limbah industri, pertanian, serta pertambangan, dewasa ini semakin mempertinggi tingkat pencemaran. Karena bukan hanya pemborosan air yang terus-terusan mereka lakukan, limbah hasil produksi yang mengandung logam-logam berat serta B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)  pun masih tidak dikelola dengan baik, sehingga limbah tersebut mengalir ke sungai-sungai yang merupakan sumber air bagi warga-warga sekitarnya.

Inilah fakta yang terjadi sekarang ini. Lalu, masihkah air yang tidak berwarna, berasa, dan berbau dapat dinyatakan bersih dan aman dikonsumsi? Saya akan dengan mantap menjawab, TIDAK. Karena kualitas air masa kini sudah sangat menurun akibat pencemaran logam-logam berat dan bahan berbahaya lainnya. Sehingga, standar yang ideal untuk air konsumsi saat ini adalah air yang tidak berwarna, berasa, berbau, dan tidak mengandung logam berat.




Air yang layak konsumsi adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak tercemar logam-logam berat

Setelah kita mengetahui karakteristik air bersih. Pertanyaan selanjutnya lebih menggelitik, “Di mana kita dapat memperoleh air bersih?” Air yang keluar dari kran-kran rumah kita tidak terjamin bersih! Bahkan daerah pedesaan yang sejak dulu dianggap sebagai tempat yang aman, sejuk, dan banyak terdapat air bersih pun kini hanya tinggal cerita. Pedesaan tidak luput dari krisis air bersih. Dan perlu kita ketahui, pemanasan air yang dilakukan pada suhu 1000 C pun tidak cukup untuk membuat air aman dikonsumsi, karena logam-logam berat yang terkandung dalam air tetap tidak hilang.



Krisis Air Bersih


Kualitas air yang menurun (tercemar), kemudian keterbatasan jumlah air adalah dua indikasi krisis air bersih.

Indonesia adalah salah satu negara dunia yang dilanda krisis air bersih. Sangat ironis sekali, Indonesia yang merupakan negara kepulauan, bahkan dinobatkan sebagai negara ke-5 yang kaya akan persediaan air, pada kenyataannya tidak dapat tehindar dari krisis air bersih yang membuat rakyatnya semakin menderita di banyak daerah.

Sudah bukan berita baru, sebagian besar rakyat Indonesia meminum air yang sebenarnya tidak layak konsumsi. United States Agency for International Development (USAID) dalam laporannya (2007), menyebutkan, penelitian di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan hampir 100% sumber air minum kita tercemar oleh bakteri E Coli dan Coliform. Kondisi ini semakin parah ketika musim kemarau datang, yang menyebabkan banyak daerah kekeringan, sehingga meskipun warga masih bisa mendapatkan air, namun kualitasnya sangat jauh dari standar ideal. Akibatnya warga rentan terhadap berbagai macam penyakit, bahkan kematian.

(2) Kompetisi Web Kompas MuDa & AQUA
Krisis air bersih ini sudah menjadi ancaman global. Indonesia dinilai masih jauh lebih beruntung dibanding Afrika. Kabarnya,  krisis air merupakan penyebab utama konflik sosial yang terjadi di sana. Selain itu, diberitakan pula bahwa para perempuan di Afrika harus berjalan sekitar 40 miliar jam per tahun sambil menenteng bejana seberat 18kg untuk mendapatkan air guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hampir 1 miliar orang tidak mendapatkan akses air bersih, sehingga kurang lebih 38.000 balita meninggal setiap minggu akibat mengkonsumsi air yang tidak aman dan kondisi hidup yang tidak higienis.

Perlu kita ketahui juga, 70% permukaan bumi adalah air, namun yang sudah benar-benar dimanfaatkan hanyalah 0,003%. Ini sangat tidak sebanding dengan kebutuhan penduduk seluruh dunia yang semakin hari semakin meningkat. 



Bagaimana dengan daerah-daerah yang masih cukup tersedia air?

Mungkin kita termasuk salah satu orang beruntung yang tinggal di daerah cukup air. Kita masih mudah memperoleh air yang berkarakteristik tidak berwarna, berasa, dan berbau atau hanya mencakup satu dan dua dari kriteria tersebut. Namun kebanyakan dari kita tidak menyadarinya apalagi mensyukuri. Kebanyakan dari kita – semoga bukan Anda – masih menerapkan gaya hidup “boros air”. Padahal telah banyak orang-orang yang mungkin kita anggap “cerewet” mengingatkan kita untuk hemat air. Padahal mandi dua kali sehari, mencuci tiga kali seminggu, minum 8 gelas air sehari yang selama ini kita lakukan adalah hal yang langka bagi sebagian orang. Pun demikian, kita masih saja boros.

Dan lagi-lagi kita menyoroti dunia industri. Di jaman yang semakin maju ini kita tidak terlepas dengan berbagai macam jenis industri. Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, industri sangat meningkatkan pencemaran air, selain boros dalam penggunaannya. Tahukah Anda? Di Eropa, untuk memproduksi sekerat hamburger diperlukan 24 liter air. Untuk memproduksi satu buah iPone dibutuhkan setengah liter air guna mengisi daya, untuk memproduksi T-shirt katun dan celana jeans masing-masing butuh 1,154 liter air dan 6,813 air tambahan. Bayangkan berapa juta liter air yang digunakan hanya untuk industri-industri tersebut, padahal di belahan bumi lain, banyak orang menderita akibat tidak mendapatkan air.


It’s about us!

Lingkungan yang semakin rusak akan mengantarkan kita pada kehancuran. Jika masalah krisis air bersih terus dibiarkan, maka masa depan kita akan menjadi waktu yang sangat mengerikan. Banyak pakar-pakar lingkungan yang memprediksi krisis air ini akan semakin parah pada beberapa tahun mendatang dan itu akan benar-benar terjadi, bahkan lebih buruk dari yang telah diprediksikan jika kita tetap tidak peduli. Air dan lingkungan yang tidak kita pelihara, eksploitasi berlebihan tanpa adanya konservasi, akan memungkinkan krisis air bersih semakin meluas dan membesar di kemudian hari.

Saat ini kita masih punya waktu untuk membenahi masalah lingkungan yang sedang kita hadapi. Namun waktu kita tidak banyak, jika kita masih melulu berpangku tangan, bertopang dagu, maka kita tidak akan lagi bisa menyelamatkan bumi.

Banyak cara yang dapat kita lakukan. Mulai lah dari hal yang terkecil pada diri kita dan sekeliling kita. Kita dapat mengajak orang lain untuk mengajaga dan menghemat air dengan berbagai cara, misalnya dengan mengikuti Kompetisi Kompas MuDa & AQUA. Dan yang harus kita terapkan yaitu:
  1. Gunakan air seperlunya, manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan banyak air terbuang saat kita mandi, menggosok gigi ataupun saat mencuci. Terapkan dengan baik pada aktifitas kita lainnya sehari-hari.
  2. Jangan berlebihan menggunakan bahan-bahan yang dapat mencemarkan air, seperti sabun dan detergen.
  3. Tanam pohon di pekarangan rumah. Bergabunglah dalam program penanaman pohon. Karena selama daur hidupnya pohon mampu menghasilkan 250 galon air .
  4. Jangan buang air yang masih bisa untuk digunakan, misalnya air hujan. Buatlah sumur resapan, karena air tersebut akan sangat berguna ketika kemarau datang.
  5. Jangan buang sampah ke sungai! Sadarlah pentingnya pengelolaan sampah dengan baik,
Saya pun berharap, oknum-oknum penyebab pencemaran air yang semakin merajalela di belahan dunia ini bisa benar-benar memperhatikan lingkungan. Semoga hal-hal di bawah ini dapat terwujud segera.
  1. Stop praktek illegal logging!
  2. Minimkan alih fungsi hutan.
  3. Reboisasi hutan-hutan.
  4. Pelihara DAS (Daerah Aliran Sungai) dengan serius, sehingga kekeringan yang terjadi di musim kemarau dan banjir di musim hujan tidak terus-menerus terjadi.
  5. Terapkan industri berwawasan lingkungan.
  6. Penanganan limbah industri dengan lebih serius. Jangan biarkan limbah tersebut mengalir ke sungai!
  7. Pengembangan teknologi desalinasi agar air laut menjadi air tawar.
  8. Pemanfaatan air harus diimbangi dengan upaya konservasi air yang memadai.
  9. Kesadaran menyeluruh akan pentingnya membenahi dan memelihara lingkungan mulai dari sekarang.
Semua terjadi akibat ulah manusia sendiri. Seharusnya kita semua sadar masalah krisis air bersih ini  sudah harus menjadi perhatian kita semua. Bukan hanya pemerintah dan para pakar lingkungan, tetapi kita semua pun wajib ACTION!


Air untuk masa depan. Air adalah sumber kehidupan.   

Kita tidak akan mampu hidup tanpa air. Jika kita masih tidak peduli bahkan berperan besar dalam kegiatan-kegiatan yang merusak lingkungan, maka kita sendiri yang akan mengkiamatkan bumi. Masa depan yang lebih baik hanya akan menjadi sebuah harapan yang tidak akan terwujud.


Referensi:

(Artikel ini ditulis untuk mengikuti lomba Kompetisi Web Kompas MuDa & AQUA, juga untuk ikut menyuarakan pentingnya perbaikan dan pemeliharaan lingkungan.)

1 comment:

  1. Hmmm... sedikit kritik ya,terlalu panjang yang pasti... bahasanya terlalu kaku kalo sasaran pembaca nya anak muda :P ...
    Ada baiknya kalo gaya bahasa sedikit di ubah, kesannya saya sedang membaca buku pelajaran.. he3
    tapi semua kembali ke diri anda... ganbatte...

    ReplyDelete

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Know us

Our Team

Contact us

Name

Email *

Message *