Review Film Fifty Shades Darker (2017)

Image result for fifty shades darker

Director         : James Foley
Writers           : Niall Leonard (screenplay), E.L. James (based on the novel by)
Stars               : Dakota Johnson, Jamie Dornan, Eric Johnson, etc
Rate IMDB    : 4,9/10
Personal Rate : 6,5/10

Well, ini adalah pertama kalinya gw membuat review tentang film. Review ini juga sekaligus menjadi come back gw ke dunia per-go-blog-kan yang gw tinggal lama dan sulit untuk dihampiri kembali. Horeeee…

Alasan gw memilih film Fifty Shades Darker (2017) ini untuk menjadi bahan review gw yang pertama tentu aja karena film ini masih cukup baru, release tanggal 7 Februari di Hamburg dan tanggal 10 Februari di US (Saat gw nulis sekarang ini baru aja 3 jam masuk 1 Maret :-D). Lalu yang kedua, karena film ini nggak tayang di Indonesia, hehehe.  Kenapa nggak tayang? Kali aja ada yang belum tau :-P, karena ini film ini sangat banyak mengandung konten seksual dan vulgar, yang nggak mungkin jadi film lagi kalau semuanya disensor.

Okay, jadi oleh karena film ini terlalu banyak mengandung konten dewasa, gw saranin kalian cukup baca review gw aja tanpa perlu nonton film nya kalau kalian belum nikah :-D

Lanjut ke film. Fifty Shades Darker (2017) ini merupakan sequel kedua dari film Fifty Shades Of Grey (2015). Singkat cerita, sequel pertama berkisah tentang pertemuan Anastasia "Ana" Steele (Dakota Johnson) si gadis polos yang masih berstatus mahasiswa semester akhir dengan Christian Grey (Jamie Dornan) si pengusaha muda kaya raya yang memiliki penyimpangan seksual. Mereka berdua saling jatuh hati dan kemudian Ana dibuat galau dengan jenis hubungan yang ditawarkan Christian. Christian menawarkan kontrak perjanjian yang berisi segala hal tentang gaya hidup Bondage & Discipline, Sadism & Masochism (BDSM). Sambil Ana berpikir untuk menandatangani kontrak itu atau tidak, hubungan mereka pun tetap berlanjut dan Ana mulai diperkenalkan dengan BSDM. Di akhir cerita, Ana – yang memimpikan hubungan romantis – pergi meninggalkan Christian karena tidak bisa mengikuti gaya hidup Christian. 

Kalau kamu belum nonton Fifty Shades Of Grey (2015) kemungkinan akan sedikit sulit memahami cerita Fifty Shades Darker (2017). Karena dalam film tidak ada potongan flashback sementara isi cerita dan kejadian-kejadian yang akan muncul sangat berkaitan dengan sequel pertamanya.

Image result for fifty shades darker movie scene

Nah lanjut ke Fifty Shades Darker (2017), gw ceritain sedikit alur ceritanya. Ana dan Christian menjadi galau dengan perpisahan yang mereka alami. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Christian meminta seorang perempuan, yaitu Ana, untuk kembali kepadanya dan menjalani hubungan tanpa kontrak. Christian juga setuju jika Ana menyentuh tubuhnya dengan batasan area-area tertentu. Kemudian, seperti sebelum-sebeumnya, Christian merasa cemburu dengan bos di tempat kerja Ana yang baru, yaitu Jack Hyde (Eric Johnson). Dia adalah Editor di Seattle Independent Publishing (SIP) dan Ana adalah asistennya. Christian pun akhirnya membeli SIP. Dan memang benar, Jack memiliki ketertarikan pada Ana bahkan hampir saja memperkosanya. Christian yang melihat Ana sangat ketakutan atas insiden tersebut, langsung saja menelpon Direktur Utama SIP dan meminta Ana dipecat. Keesokan harinya, Ana dipercayakan untuk menggantikan Jack. Ana merasa janggal dengan pengangkatan dirinya, namun Christian mengelak bahwa ini adalah karena pengaruhnya, dia meyakinkan Ana bahwa ini adalah hasil kerja keras Ana sendiri.

Konflik lain dalam film ini datang dari masa lalu Christian. Yaitu teman ibu angkatnya, Elena Lincoln (Kim Basinger), yang menjadikan Dia sebagai submissive di masa remajanya hingga Dia pun kini memiliki gaya hidup BSDM dan bertindak sebagai dominance. Kemudian ada juga Leila Williams (Bella Heathcote), salah satu mantan submissive Christian yang sangat terobsesi dengannya dan cemburu pada Ana.

Secara keseluruhan alur cerita film ini cukup menarik. Chemistry antara Ana dan Christian juga terjalin cukup baik. Kebetulan karena gw suka dengan film drama fantasi yang nggak melow, gw cukup suka dengan film ini. Awal ceritanya memang cukup cepat, jadi kurang terasa bagaimana usaha Christian untuk meyakinkan Ana kembali. Tapi hal itu bisa dimaklumi mengingat Ana yang juga udah terlanjur jatuh cinta pada Christian. Usaha Christian meyakinkan Ana justru semakin terlihat seiring jalannya cerita. Kegalauan Ana pun sedikit demi sedikit berkurang.

Yang berbeda dari sequel pertamanya, film ini berhasil bikin gw sedikit mewek di satu adegan saat Ana dan keluarga Christian berkumpul menonton berita untuk menunggu informasi keberadaan Christian, yang dinyatakan hilang dalam kecelakaan helikopter yang diterbangkannya sendiri. Scene ini menurut gw merupakan scene paling berbeda di antara yang lainnya, meskipun ceritanya biasa dan pasti sudah bisa kita temukan di film lain serta tertebak akhirnya. Ya, karena scene ini berbeda dari scene lainnya, jadi seperti semacam a little surprise.

Ini yang agak enggak banget sih buat gw. Di akhir-akhir cerita, film ini mengingatkan gw dengan The Twilight Saga. Ada adegan Jack yang memandangi Ana dan Christian dari kejauhan dengan bahasa tubuh ingin balas dendam, seperti scene Victoria di akhir film The Twiight Saga: New Moon. Kemudian penutup cerita di mana Ana menerima lamaran Christian membuat gw berpikir cerita sequel selanjutnya ya seperti The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1, yaitu menikah dan honeymoon di pantai. :-D

Image result for fifty shades darker movie scene

Makna yang bisa diambil dari film ini adalah bagaimana kita berusaha menurunkan ego untuk menerima kekurangan pasangan kita dan kemudian saling melengkapi kekurangan tersebut. Ya intinya cuma itu aja. Tapi tentunya film ini dikemas dengan berbeda yaa.

Terakhir, sekali lagi gw ingetin, kalau kalian yang belum punya pasangan halal atau belum mampu mengelola emosi (hasrat) mending sabar dulu deh jangan nonton film ini :-D. Film ini cuma bisa kalian anggap romantis kalau kalian sudah punya pasangan halal :-P


No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan tanggapan, opini, saran ataupun kritik Anda sebelum meninggalkan blog ini...

Know us

Our Team

Contact us

Name

Email *

Message *